Ia berhasil merebut beberapa wilayah yang dikuasai Belanda dan menewaskan banyak tentara Belanda. Pada tahun 1899, Teuku Umar gugur saat Guburnur Deykerhof sebagai pengganti Gubernur Ban Teijn memerintahkan Van Heutsz bersama pasukan besarnya untuk menangkap Teuku Umar.
Serangan mendadak ke daerah Meulaboh merenggut nyawa Teuku Umar. Ia ditembak dan gugur di medan perang, tepatnya di Kampung Mugo, pada 10 Februari 1899.
Teuku Umar merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang sangat berjasa dalam melawan penjajah Belanda. Ia dikenal sebagai seorang pejuang yang tangguh, cerdas, dan berani.
Teuku Umar dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1973. Namanya diabadikan sebagai sekolah, universitas dan jalan.