BKKBN: Tanpa KB, Penduduk Indonesia Bisa Lebih dari 500 Juta

Mei Sada Sirait
Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin. (Foto: Mei Sada Sirait)

Investasi kontrasepsi, lanjut dia, berkaitan dengan biaya yang dapat dicegah ketika kehamilan yang tidak direncanakan berhasil dikurangi.

Perhitungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari biaya pengasuhan anak hingga usia tertentu sampai biaya pelayanan kesehatan yang dapat ditekan apabila kasus kematian dan kesakitan ibu maupun anak dapat dicegah.

Berkaitan dengan Kematian Ibu dan Bayi hingga Stunting

Wahidin juga menjelaskan bahwa keberhasilan program KB memiliki kaitan dengan upaya menekan berbagai persoalan kesehatan. Tanpa pengendalian kelahiran yang baik, jumlah kelahiran diproyeksikan menjadi lebih tinggi sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap berbagai indikator kesehatan.

Program KB pun disebut berkaitan dengan upaya menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi dan stunting.

"Intinya bahwa program KB menjadi prasyarat kalau misalnya kita ingin menurunkan angka kematian ibu, kita ingin menurunkan angka kematian bayi, kita ingin menurunkan stunting, berarti program KB dulu harus berhasil," jelasnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Indonesia Resmi Masuki Era Aging Population, BKKBN Ingatkan Ancaman Sandwich Generation Makin Besar

2 bulan lalu

5 Manfaat Ayah Antar Anak ke Sekolah Menurut BKKBN, Nomor 4 Penting Banget!

3 bulan lalu

Suntik KB untuk Pria Masih Diteliti, BKKBN Bocorkan Informasi Terbaru!

3 bulan lalu

31 Ribu Ayah Indonesia Sudah Vasektomi, Ini Data Terbaru BKKBN!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal