BNPT Sebut Tokoh Agama jadi Pintu Masuk Terorisme dan Radikalisme di Indonesia

Antara
Ilustrasi Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap teroris. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut tokoh agama dapat menjadi pintu masuk sekaligus pintu keluar bagi radikalisme dan terorisme di Indonesia. Hal itu berdasarkan indeksi potensi radikalisme survei BNPT tahun 2019.

"Tokoh agama itu menjadi pintu masuk sekaligus potensial menjadi pintu keluar untuk radikalisme dan terorisme," ujar Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. R Ahmad Nurwakhid di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Menurut Nurwakhid, persentase itu tidak terlepas dari keberadaan konten-konten keagamaan bermuatan intoleran dan radikal di media sosial yang mencapai kisaran 67 persen.

Namun saat pandemi Covid-19, tepatnya pada awal 2020, ketika masyarakat diharuskan beradaptasi dengan dunia digital, indeks tersebut menurun hingga mencapai angka 12,2 persen.

Temuan itu, kata dia, ternyata disebabkan oleh semakin masifnya penggunaan media sosial oleh para tokoh agama. "Mereka masif melakukan dakwah melalui media sosial, seperti YouTube dan Instagram," jelas Ahmad Nurwakhid.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Internasional
30 hari lalu

Pakistan Mencekam, Pasukan Pemerintah Bunuh 145 Anggota Kelompok Separatis

Megapolitan
2 bulan lalu

Puspadaya: Memutus Rantai Kekerasan Anak di Ruang Digital Perlu Upaya Preventif dan Kuratif

Nasional
2 bulan lalu

Ciri-Ciri Anak Terpapar Radikalisme Versi Densus 88, Apa saja?

Nasional
2 bulan lalu

68 Anak Terpapar Ideologi Ekstrem, Pengamat Minta Telusuri Latar Belakang Keluarga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal