"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok tersebut terutama daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin atau SKM, cabai rawit, daging sapi, sigaret kretek tangan atau SKT, sigaret putih mesin atau SPM, dan juga cabai merah," tuturnya.
Selain kelompok makanan, minuman, dan tembakau, inflasi juga didorong kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 9,25 persen secara tahunan dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,63 persen.
"Inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan. Yang ketiga, kelompok pengeluaran transportasi juga mendorong inflasi," ucapnya.
Sementara, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 4,79 persen secara tahunan dengan andil sebesar 0,58 persen. Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan mobil.
Berdasarkan komponennya, seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan pada Agustus 2026.