Komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,92 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 1,87 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil antara lain emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, pelumas atau oli mesin, serta laptop atau notebook.
Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 3,32 persen dengan andil sebesar 0,65 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi pada komponen tersebut yakni bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), dan bahan bakar rumah tangga.
Adapun komponen harga yang bergejolak mengalami inflasi sebesar 4,06 persen secara tahunan dengan andil sebesar 0,67 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi komponen harga bergejolak antara lain daging ayam ras, beras, cabai rawit, daging sapi, dan cabai merah.