Berdasarkan wilayah, seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi secara tahunan pada Agustus 2026. Inflasi tertinggi tercatat di Provinsi Maluku Utara sebesar 5,28 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kalimantan Utara sebesar 2,17 persen.
Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,13 persen. Komoditas yang paling banyak memberikan andil berasal dari daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, dan beras.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya berada di posisi kedua dengan andil inflasi sebesar 0,63 persen, terutama dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan.
"Dan yang ketiga, kelompok pengeluaran transportasi dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,58 persen, terutama dari bensin, tarif angkutan udara, dan juga pelumas atau oli mesin," ucapnya.