Dia menekankan bahwa OASE dan Kuliah Kerja Nyata Nusantara bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari juara, melainkan wadah pertukaran gagasan dan pengembangan talenta mahasiswa PTKIN.
"Sains membantu kita memahami alam, riset menghasilkan pengetahuan baru, sementara agama memberikan landasan etis dan spiritual tentang makna kehidupan. Di sinilah relevansi paradigma integrasi interkoneksi keilmuan yang dikembangkan di UIN Sunan Kalijaga," ungkap Prof Noorhaidi.
Acara pembukaan OASE III PTKIN 2026 tersebut kemudian ditandai secara resmi dengan penekanan tombol digital oleh Menteri Agama bersama jajaran pimpinan Kemenag dan Rektor UIN Sunan Kalijaga, menandai dimulainya rangkaian kompetisi riset dan sains nasional secara serentak.
OASE PTKIN merupakan ajang kompetisi ilmiah nasional bergengsi bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam di bawah naungan Kementerian Agama. Ajang ini dirancang untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang sains terapan, riset inovatif, teknologi, hingga pendalaman ilmu keagamaan.
Melalui OASE, Kemenag mendorong lahirnya generasi muda PTKIN yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam sains modern guna menjawab tantangan zaman dan mendukung Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.