Bukan Salah Hitung! Ini Alasan Angka Kemiskinan RI versi BPS dan Bank Dunia Beda

Anggie Ariesta
BPS dan Bank Dunia ungkap alasan angka kemiskinan di RI berbeda. Foto: Istimewa)

BPS Catat Kemiskinan Indonesia 8,07 Persen

BPS mengukur kemiskinan berdasarkan biaya hidup di Indonesia. Penghitungan dilakukan dengan melihat pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan pokok, baik pangan maupun non-pangan, di 75 wilayah perdesaan dan perkotaan.

Per Maret 2026, garis kemiskinan yang digunakan BPS sebesar Rp669.235 per orang per bulan atau sekitar 3,60 dolar AS per hari.

Dengan standar tersebut, tingkat kemiskinan Indonesia turun dari 8,47 persen pada Maret 2025 menjadi 8,07 persen pada Maret 2026.

“Untuk memantau kemajuan Indonesia serta merumuskan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional, ukuran yang ditetapkan oleh BPS adalah yang paling relevan,” tegas BPS dan Bank Dunia.

Standar Bank Dunia Naik Jadi 8,30 Dolar AS

Berbeda dengan BPS, Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan standar hidup masyarakat antarnegara.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Purbaya bakal Uji Ulang Akurasi Data usai Sang Anak Masuk Desil 7

2 hari lalu

Purbaya Bongkar Kejanggalan DTSEN: Anak Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10

2 hari lalu

Data Desil Dimutakhirkan, 4,3 Juta Keluarga Baru Kini Dapat Bansos 

2 hari lalu

BPS Ungkap Nasib Penerima Bansos usai Rumahnya Diperbaiki Pemerintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal