Bukan Salah Hitung! Ini Alasan Angka Kemiskinan RI versi BPS dan Bank Dunia Beda

Anggie Ariesta
BPS dan Bank Dunia ungkap alasan angka kemiskinan di RI berbeda. Foto: Istimewa)

Indonesia naik status menjadi negara berpendapatan menengah atas pada 2023. Seiring perubahan tersebut, standar acuan Bank Dunia disesuaikan dari 4,20 dolar AS menjadi 8,30 dolar AS per orang per hari berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP).

Dengan ambang batas 8,30 dolar AS atau sekitar Rp51.087 per orang per hari, Bank Dunia memperkirakan 64,1 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis tersebut.

“BPS mengukur kemiskinan dalam konteks Indonesia, sehingga bermanfaat untuk pemantauan kemajuan dan kebijakan dalam negeri. Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan standar hidup antar negara. Dalam hal ini, ukuran yang satu tidak lebih ‘benar’ daripada yang lain; keduanya memiliki tujuan berbeda dan memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia,” tutup pernyataan bersama tersebut.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
2 hari lalu

Purbaya bakal Uji Ulang Akurasi Data usai Sang Anak Masuk Desil 7

2 hari lalu

Purbaya Bongkar Kejanggalan DTSEN: Anak Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10

2 hari lalu

Data Desil Dimutakhirkan, 4,3 Juta Keluarga Baru Kini Dapat Bansos 

2 hari lalu

BPS Ungkap Nasib Penerima Bansos usai Rumahnya Diperbaiki Pemerintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal