Calon Kepala Daerah Tersangka Korupsi Harus Diganti

Antara
Tim KPK memperlihatkan uang Rp2,8 miliar terkait kasus dugaan suap Wali Kota Kendari untuk biaya politik ayahnya yang maju sebagai cagub Sultra, Asrun, dalam jumpa pers KPK, Jakarta, Jumat (9/3/2018). (Foto: Antara)

Diketahui, sejumlah kepala daerah yang lolos sebegai peserta pilkada tertangkap KPK dalam operas tangkap tangan (OTT). Kasus OTT KPK yang terakhir untuk calon kepala daerah adalah penangkapan calon gubernur (cagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun. Dia ditangkap bersama anaknya yang juga Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra. Keduanya diduga menerima suap untuk biaya pilkada Rp2,8 miliar.

Sebelumnya, Bupati Lampung Tengah Mustafa yang juga cagub Lampung. Satu cagub lainnya adalah Bupati Ngada Marianus Sae yang maju di Pilgub NTT. Selanjutnya, ada petahana Bupati Subang Imas Aryumningsih, dan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Penangkapan kepala daerah oleh KPK selama 2018 ini semuanya tercatat sembilan orang.

Kini, KPK sudah hampir merampungkan proses penetapan tersangka 10 calon kepala daerah yang tersebar di sedikitnya lima wilayah. Semuanya akan diumumkan dalam waktu dekat ini. Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, penyidik KPK terus mengintensifkan proses penyelidikan sejumlah kasus dugaan korupsi dalam beberapa delik yang diduga dilakukan penyelenggara negara yang sedang berlaga di Pilkada Serentak 2018. Dari para terduga tersebut memang ada yang menjadi petahana.

"Beberapa orang yang akan ditersangkakan itu insya Allah minggu (pekan) ini kita umumkan," tegas Agus saat dikonfirmasi, Selasa (13/3/2018).

Editor : Azhar Azis
Artikel Terkait
Nasional
13 jam lalu

Hasil Survei Indikator: TNI Masih Jadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, MK Masuk 5 Besar

Nasional
24 jam lalu

KY Kecam Hakim Masih Terjerat Korupsi meski Kesejahteraan sudah Diberikan

Nasional
1 hari lalu

KPK Ungkap Tren Emas Mulai Jadi Alat Suap: Barang Kecil, Nilainya Besar

Nasional
1 hari lalu

Bos PT Blueray John Field Menyerah usai Kabur dari OTT KPK, Langsung Ditahan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal