Celetukan Anggota DPR saat Rapat Bahas Nama Badan Reforma Agraria: BRAN atau Gibran?

Achmad Al Fiqri
Rapat DPR membahas RUU Reforma Agraria, Jumat (18/9/2026). (Foto: Achmad Al Fiqri)

"Pak, sebetulnya ini terpaksa saya ngomong, Pak. Ini sebetulnya dulu pasal ini, keinginannya adalah keinginan presiden, Pak. Sehingga kemudian beliau punya kebebasan untuk menamakan badan atau apapun, bukan tidak boleh," ucap Bambang.

Ketua Baleg DPR, Bob Hasan kemudian meminta Bambang menunjukkan surat Setneg terkait pembentukan nomenklatur baru.

"Betul-betul Pak. untuk menegaskan arahan presiden, kami Setneg kirim surat, Pak, ke semua lembaga, bahwa kalau misalnya membahas undang-undang dan sebagainya, jangan kemudian nomenklatur itu diatur dalam undang-undang. Biarkan itu urusan presiden," tutur Bambang.

Anggota Baleg DPR Ahmad Irawan kemudian memahami kewenangan mengenai pertanahan atau agraria merupakan kewenangan pemerintah. Namun, dia menyadari pengurusan tata kelola agraria kerap bersinggungan dengan kewenangan instansi lain.

"Sehingga kita berpikir ada yang disebut dengan satu badan yang kita bentuk, yang disebut dengan Badan Reforma Agraria. Tetapi sekali lagi saya memahami bahwa ini bukan hanya persoalan nama, tapi ini persoalan efektivitas kelembagaan ke depan," ucap Irawan.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
4 hari lalu

DPR Usul Gubernur Jadi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional di Tingkat Provinsi

11 hari lalu

Rapat Paripurna Setujui RUU Reforma Agraria jadi Usul Inisiatif DPR

11 hari lalu

RUU Reforma Agraria Jadi Usul Inisiatif DPR, bakal Bentuk Badan Baru di Bawah Presiden

10 bulan lalu

Reforma Agraria Buka Akses Warga Desa Nunuk Baru Jalankan Usaha Ternak Domba

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal