Cerita Hoegeng Dipaksa Soekarno Ganti Nama seperti Tokoh Wayang

Faieq Hidayat
Kapolri Jenderal Pol (Purn) Hoegeng Imam Santoso. (Foto akun IG Jenderal Hoegeng)..

JAKARTA, iNews.id - Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso pernah dipaksa Presiden Soekarno untuk mengganti namanya. Sebab nama Hoegeng seperti bukan orang jawa. 

Cerita ini bermula Hoegeng lulus menjadi siswa angkatan pertama Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta. Saat itu Hoegeng dipanggil ke Istana Negara oleh Presiden ke-1 RI Soekarno pada 1952 lalu. 

Satu per satu para siswa maju memperkenalkan diri kepada sang Proklamator. Giliran Hoegeng maju, Soekarno menanyakan siapa namanya. 

"Hoegeng Pak," ujar pria asal Pekalongan ini dalam buku Hoegeng, Polisi Idaman dan Kenyataan dikutip, Jumat (14/1/2022).

Dia memang lebih senang menyingkat namanya menjadi satu kata Hoegeng. Nama itu selalu tercantum dalam name tag Kapolri periode 1968-1971 ini. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
5 jam lalu

Irjen Dadang Hartanto Belum Dilantik Jadi Kapolda Metro, Polri: Sedang Umrah

8 jam lalu

Komisi III DPR Kunjungi Kediaman Kapolri Jenderal Suyudi: Ini Tradisi

8 jam lalu

Kapolri Jenderal Suyudi Lantik 27 Pejabat-Kapolda Baru, Tindak Lanjut Mutasi 88 Perwira

9 jam lalu

Mutasi Polri: Irjen Herry Heryawan Jabat Kabaharkam, Irjen Arman Achdiat Kapolda Riau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal