Rasanya sudah menjadi rahasia umum, dana yang dianggarkan oleh pemerintah banyak merembes di perjalanan, bahkan oleh pihak dinas dan sekolah terkait.
Uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan meningkatkan kualitas Sekolah, nyatanya digunakan untuk keperluan pribadi dan kelompok. Barangkali hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan kehidupan pendidik di masa lalu, mereka harus berkeringat, berjuang dan bahkan rela untuk tidak mendapatkan bayaran.
Pendidikan yang kunjung tidak maju diperparah juga oleh kondisi masyarakat yang seakan tidak peduli akan hal ini. Seharusnya pendidikan yang baik dimulai dari keluarga, jangan sampai ketika seorang anak berhenti sekolah, berhenti pula pendidikannya.
Apabila ditelaah lebih mendalam mengenai makna dari pendidikan, kita akan menemukan bahwa mendidik tidak sama mengajar, itu artinya pendidikan tidak selalu harus berkaitan dengan sekolah.
Pendidikan ada tidak hanya untuk membuat anak pintar dan cerdas saja, namun lebih daripada itu supaya anak memiliki akhlak yang baik serta berbudaya.