Berbekal informasi tersebut, Lilik kemudian melancarkan niat jahatnya untuk memeras Bupati Pemalang tersebut.
"Nah kemudian inilah yang kemudian digunakan oleh LBS, orang tua dari Saudara DIS di sini untuk kemudian melakukan permintaan-permintaan uang kepada Saudara AWI," ujarnya.
Sebagai pegawai KPK, Dias banyak sedikitnya mengetahui proses administrasi di Lembaga Antirasuah. Informasi itu yang kemudian diteruskan ke bapaknya.
"Nah ini yang kemudian media untuk menjadi pemerasan yang digunakan oleh LBS untuk diiming-imingi atau kemudian pendekatan-pendekatan dilakukan kepada Bupati," ucapnya.
"Sehingga Bupati ini merasa 'ah ini bisa dipercaya begitu informasinya', karena yang bersangkutan LBS ini juga sambil juga menunjukkan bahwa yang bersangkutan punya anak di KPK, ini juga ada dokumen-dokumen administrasi yang kebetulan berkaitan dengan penanganan perkara di Pemalang," tuturnya.