JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memastikan uang kertas Rupiah yang memuat tanda tangan Gubernur BI periode 2018–2026 Perry Warjiyo serta Menteri Keuangan periode 2025–2026 Purbaya Yudhi Sadewa masih akan terus dicetak ulang. Penerbitan uang kertas dengan tanda tangan pejabat terdahulu tersebut dilakukan untuk memenuhi proyeksi kebutuhan uang kartal masyarakat serta mengikuti tahapan pencetakan rutin bank sentral.
"Hari ini, kalau enggak salah, hari ini terbit yang seri baru, tanda tangan dari Pak Menteri Keuangan yang lama dan Bapak Gubernur juga yang sebelumnya. Jadi hari ini keluar, hari ini atau beberapa hari yang lalu, tapi itu sudah ada. Ada yang minta kolektor,” ujar Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Destry menegaskan pencetakan uang merupakan kegiatan operasional berkala yang dijalankan bank sentral untuk menjamin ketersediaan uang fisik di masyarakat.
"Cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun kita cetak uang," kata Destry.
Lebih lanjut, Destry menerangkan proses produksi uang tidak dilakukan secara serentak pada awal atau akhir tahun. Pencetakan terbagi dalam beberapa tahap berdasarkan perhitungan kebutuhan riil di lapangan.