JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi II DPRAhmad Doli Kurnia Tandjung merespons keras pernyataan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari yang menyindirnya soal sikap munafik terkait polemik aturan pencalonan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.
Doli menilai, pernyataan Hasyim yang mengingatkannya bahwa 'lupa boleh, munafik jangan' justru mencerminkan diri Hasyim sendiri. Dia turut menyinggung pemberhentian Hasyim dari jabatan Ketua KPU serta posisinya saat ini sebagai komisaris di salah satu badan usaha milik negara (BUMN).
"Jadi, Saudara Hasyim itu sebenarnya sedang membicarakan atau menjelaskan tentang dirinya sendiri, ya. Dia menggunakan kata lupa dan munafik, ya," ucap Doli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026).
"Dia lupa, dia sudah pernah dua kali dipecat sebagai Ketua KPU karena kemunafikannya, gitu ya, dan dia menikmati kemunafikan itu. Sekarang sedang menikmati kemunafikan itu," tuturnya.
Tak hanya membalas sindiran tersebut, politisi Partai Golkar itu juga mempertanyakan penunjukan Hasyim sebagai komisaris BUMN di sektor perkebunan. Doli meminta Hasyim menjelaskan proses di balik pengangkatan tersebut, termasuk pertimbangan yang membuatnya mendapat jabatan itu.