Dalam persidangan, Imam dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah meneruma suap dan gratifikasi terkait dana hibah Kemenpora pada KONI. Dalam amar putusannya, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti Rp18.154.238.
Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih sebagai jabatan publik selama empat tahun. Permohonan justice collaborator yang diajukannya juga ditolak.
Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta hakim menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan, serta pencabutan hak politik selama 5 tahun.
Hal-hal yang meringankan terdakwa yaitu berlaku sopan selama di persidangan, merupakan kepala keluarga dan mempunyai tanggung jawab terhadap anaknya yang masih kecil, dan belum pernah dihukum
Adapun hal yang memberatkan, yaitu Imam tidak mengilhami pekerjaan pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi. Kedua, terdakwa selaku pimpinan tertinggi dalam kementerian seharusnya menjadi panutan.
“Dan ketiga, terdakwa selama persidangan berupaya untuk menutupi perbuatannya dengan cara tidak mengakui," kata Ketua Majelis Hakim Rosmina.