Saat itu dia menulis, "Potong aja kak nadinya nanti juga cepat dapat ruangan."
Komentar tersebut dianggap sangat tidak berempati dan memicu kemarahan publik setelah diketahui Yurizal meninggal dunia.
Selain Widhiyarini, sejumlah komentar lain dari akun milik tenaga kesehatan juga ikut menjadi sorotan. Di antaranya komentar berbunyi "Bacot nih pasien", "Kalau full mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai?", hingga "Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong."
Komentar-komentar tersebut dinilai bertentangan dengan etika profesi tenaga kesehatan yang seharusnya mengedepankan empati terhadap pasien.
Polemik ini memicu diskusi luas mengenai etika dokter dan tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial. Banyak pihak menilai profesi kesehatan tetap dituntut menjaga empati dan profesionalisme, termasuk saat memberikan tanggapan di ruang digital.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menyebut meninggalnya Yurizal disebabkan oleh lamanya menunggu ruang rawat inap. Fakta yang telah terkonfirmasi adalah Yurizal sempat mengeluhkan antrean kamar rumah sakit melalui media sosial sebelum akhirnya meninggal dunia pada 31 Juli 2026.