Ekonom Soroti Pengetatan RAPBN 2027, Defisit Turun tapi Utang Naik

Rohman Wibowo
Ekonom menilai klaim pemerintah bahwa RAPBN 2027 dirancang secara ekspansif bertolak belakang dengan struktur indikator fiskal. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Ekonom menilai klaim pemerintah bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dirancang secara ekspansif bertolak belakang dengan struktur indikator fiskal. Alih-alih mendorong akselerasi ekonomi secara leluasa, postur anggaran tahun depan dinilai justru memperlihatkan sinyal pengetatan, lonjakan penarikan utang yang melampaui defisit, serta penumpukan beban kuasi-fiskal di luar neraca resmi APBN.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia M Faisal menilai, arah kebijakan fiskal tahun depan tidak mencerminkan karakteristik anggaran yang agresif dalam mendorong perekonomian.

Berbagai indikator utama APBN justru menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan belanja yang dibarengi dengan penyusutan defisit.

"Meskipun disebut ekspansif, seluruh indikator postur RAPBN 2027 justru menunjukkan pengetatan dengan belanja negara yang hanya tumbuh 3,9 persen, defisit menyusut ke Rp671,2 triliun, dan keseimbangan primer direncanakan lebih rendah," ujar Faisal dalam keterangannya dikutip, Minggu (23/8/2026).

Faisal menambahkan, celah fiskal terbesar saat ini justru berada di luar postur anggaran (off-budget). Beban tersebut bersumber dari penugasan subsidi energi, mandat investasi kepada Danantara dan lembaga Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank BUMN (Himbara), hingga skema burden sharing bersama Bank Indonesia.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Anggaran Subsidi Energi Naik Jadi Rp272,9 Triliun di RAPBN 2027, ESDM Ungkap Penyebabnya

9 hari lalu

Presiden Prabowo Sampaikan Pidato RAPBN 2027

9 hari lalu

IHSG Ditutup Menguat Sore Ini saat Prabowo Pidato RAPBN 2027

9 hari lalu

Prabowo Umumkan RAPBN 2027 Rp4.097 Triliun, Rupiah Dipatok Rp17.500 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal