Eks Penyidik KPK Ungkap Audit BPK Jadi Ajang Negosiasi: Dimanfaatkan Auditor Nakal

Nur Khabibi
Ilustrasi praktik korupsi (dok. ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap menyoroti dugaan praktik auditor nakal dalam kasus suap pengondisian audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjerat Bupati Muara Enim, Edison. Menurutnya, opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang menjadi target banyak pemerintah daerah kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan.

Yudi menilai, status WTP memiliki arti penting bagi pemerintah daerah. Karena itu, temuan audit yang berpotensi menggagalkan perolehan opini WTP sering kali menjadi tekanan bagi kepala daerah maupun jajaran pemerintah daerah.

"Bagi saya, temuan BPK sehingga tidak bisa WTP adalah mimpi buruk bagi pemda. Inilah yang dimanfaatkan oleh auditor nakal, sehinggal alih-alih temuan sangat penting untuk menyelamatkan uang negara, malah jadi ajang negoisasi untuk mendapatkan uang," kata Yudi saat dihubungi, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Yudi, kasus dugaan suap audit di Kabupaten Muara Enim menjadi alarm bagi BPK untuk melakukan pembenahan internal. Dia khawatir praktik serupa tidak hanya melibatkan individu tertentu, tetapi juga berpotensi melibatkan tim pemeriksa secara lebih luas.

"Itulah sebabnya maka pimpinan BPK harus bersih-bersih dari auditor seperti itu, dikhawatirkan tim yang memeriksa semua terlibat. Sebab, tanpa persetujuan semua auditor sulit mereka bisa bermain," ujarnya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
17 jam lalu

Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Aliran Dana ke Pansus DPR, KPK bakal Telaah dan Analisis

23 jam lalu

Sidang Eks Pejabat Bea Cukai, Jaksa Singgung Adanya Panggung Sandiwara

24 jam lalu

Momen Jaksa KPK Kutip Lirik Lagu God Bless dan Dewa 19 di Sidang Kasus Bea Cukai

2 hari lalu

Bahar Alias Bajak Laut Jadi Saksi di Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal