Epidemiolog Jelaskan Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Tak Pecahkan Rekor seperti di Eropa hingga AS

Carlos Roy Fajarta
Ilustrasi Covid varian baru. (Foto: Istimewa)

"Kemampuan kita terbatas, jangan terpaku pada data saja, karena ini fenomena gunung es. Di Indonesia agak telat 2-3 bulan dibandingkan dengan Amerika dan Eropa. Karena keterbatasan 3T kita sudah terlihat di dua gelombang sebelumnya," tegas dia.

Dia kemudian memberikan contoh negara lainnya, seperti Australia, tepatnya New South Wales, dengan kondisi masyarakat paling abai padahal sudah memiliki vaksinasi lengkap hampir 90 persen tetapi kasus tinggi kasus penyebaran Omicron. 

"Artinya kita tidak boleh menyepelekan. Di Queensland saja banyak yang sudah kembali WFH. Banyak orang berdiam diri di rumah-rumah. Vaksinasi saja tidak menjamin. Komorbid dan lansia, serta anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Meskipun gejala ringan tapi dampak pada sektor ekonomi, kesehatan itu cukup berdampak. Misalkan di Australia ada persoalan terkait pasokan makanan, tes Covid-19," lanjut.

Dicky Budiman menyebutkan belum ada satupun negara di dunia ini yang disebut berhasil menangani pandemi Covid-19. Sehingga semua pihak diminta tetap waspada dan tidak abai dengan protokol kesehatan.

"Untuk meningkatkan kewaspadaan, saya sudah mengingatkan potensi dua gelombang sebelumnya jauh hari dan muncul korban. Di dunia ini dalam menghadapi gelombang Covid-19 belum ada negara yang dikatakan berhasil. Kita harus waspada, Omicron bukan sepele dan varian lemah. Dia bisa berdampak pada masyarakat yang memiliki imunitas itu artinya serius," tutup Dicky.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
15 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

19 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

4 bulan lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

4 bulan lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal