Epidemiolog Jelaskan Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Tak Pecahkan Rekor seperti di Eropa hingga AS

Carlos Roy Fajarta
Ilustrasi Covid varian baru. (Foto: Istimewa)

"Apalagi di tengah keterbatasan daya deteksi Omicron. Jadi tidak bisa mendeteksi dengan cepat penyebaran Covid-19 Omicron di Indonesia," tutur dia.

Apalagi, kasus Covid-19 varian Omicron yang terdeteksi dan dilaporkan itu bergantung pada kemampuan setiap daerah dan negara. Indonesia dinilai belum memiliki kemampuan yang baik untuk mendeteksi Omicron.

Akibatnya, jumlah kasus tidak terdeteksi sehingga belum ada laporan kasus Covid-19 pecahkan rekor di Indonesia. Padahal, Omicron telah menyebar di antara masyarakat.

"Indonesia tidak memiliki kemampuan deteksi testing yang mumpuni, 500.000 per hari saja belum bisa. Pernah 250.000 sekali atau dua kali, tapi kemudian menurun. Jadi bukan kasusnya sedikit tapi karena sistem deteksi dini kita belum mampu mendeteksi kasus sebanyak tersebut. Kasus Omicron itu ada tapi ada di tengah masyarakat tidak terdeteksi," jelas Dicky.

Belum lagi karakter masyarakat Indonesia bukan orang yang kalau sakit langsung berobat ke Rumah Sakit. Hal ini berdasarkan survei BPS, di mana masyarakat Indonesia kalau sakit 80 persen berobat di rumah saja. 

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
15 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

19 hari lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

4 bulan lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

4 bulan lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal