Kondisi tersebut juga tercermin dari grafik RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) dan data tiltmeter yang belum memperlihatkan gejala peningkatan aktivitas.
Meski demikian, peningkatan aktivitas dalam skala rendah mulai teramati sejak awal Oktober 2026. Karena itu, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.
Dari hasil pemantauan instrumental, pada 9 Oktober 2026 hingga pukul 19.20 WIB tercatat sembilan kali erupsi dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi erupsi 32 detik. Tinggi kolom erupsi saat itu tidak teramati.
Sementara itu, pengamatan visual dan CCTV memperlihatkan kepulan asap kawah bertekanan sedang berwarna putih hingga hitam dengan tinggi kolom asap berkisar 5-50 meter di atas kawah.
Pemantauan satelit Sentinel pada periode 21 September hingga 9 Oktober 2026 juga menunjukkan emisi gas sulfur dioksida (SO2) dalam tingkat rendah, yakni berkisar 71-237,5 ton per hari. Anomali panas terpantau pada tingkat rendah, berkisar 15-25 N pixel, dengan titik api mulai terlihat sejak 6 Oktober 2026.