Guru dan Orang Tua Harus Bergandengan Tangan Cegah Bullying di Sekolah

Shafira Ichwani
Diskusi yang digagas The Indonesian Education Analyst bertajuk "id.Edu Talk Setop Perundungan di Sekolah” di Jakarta, Jumat (28/2/2020). (Foto: id.Edu Talk).

Pemerintah, kata Clara, harus memperkuat peran konselor di sekolah, termasuk penyebarannya di setiap sekolah dan pelatihan khusus bagi guru BK.

Dari sudut pandang pendidikan karakter, praktisi Fahmi Akbar menyebut dibutuhkan perhatian bersama dalam menanamkan karakter mulia pada tiap jenjang pendidikan agar perundungan dapat diminimalisasi. Sekolah harus membuat aturan yang jelas, dan melakukan pembiasaan karakter, dan guru harus sebagai role model.

Pembicara lainnya, yakni Akademisi Pinondang Simanjuntak menyoroti model yang sudah diterapkan negara-negara lain dan berhasil mengantisipasi bullying. Dia mencontohkan Finlandia dengan KiVa atau Kiusaamista Vastaan.

“Metode ini dikembangkan pada 2007 dan di tahun yang sama mampu mengurangi kasus bullying di sekolah hingga 40 persen,” ucapnya.

Sementara itu Koordinator Peneliti id.Edu Adjat Wiratma menyatakan, untuk menghentikan perundungan semua hal perlu dilihat, baik pelaku dan korban. Pelaku, kata dia, bisa saja korban, pelaku di sekolah, namun dia korban di rumah.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Nadiem Diperiksa 11 Jam jadi Saksi: Mau Difitnah Bagaimanapun, Allah akan Sinari Kebenaran

Nasional
2 hari lalu

Nadiem Ungkap Alasan Angkat Jurist Tan dan Fiona jadi Stafsus 

Nasional
2 hari lalu

Nadiem Bantah Buat Grup WA Mas Menteri Core Team: Namanya Edu Org

Nasional
2 hari lalu

Jadi Saksi Mahkota Sidang Kasus Korupsi Laptop, Nadiem Dicecar terkait Pendirian Gojek

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal