Hasto Akui Bahas Hak Angket Gibran dengan PKS: Jadi Pemimpin Harus Konstitusional, Bukan karena Orang Tua

Achmad Al Fiqri
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Foto: Achmad Al Fiqri)

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengakui telah bertemu Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Kholid untuk membahas aspirasi masyarakat tentang usulan hak angket ijazah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

"Ya, kami memang bertemu, kami berdialog," kata Hasto saat ditemui di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).

Hasto menilai, langkah koreksi harus dilakukan ketika realitas wapres terdelegitimasi akibat syarat usia dan pendidikan.

"Yang paling penting adalah sebelum suatu proses politik ini dijalankan, realitas bahwa ketika seorang wakil presiden terdeligitimasi kepemimpinannya akibat syarat usia dan syarat ijazah, ternyata lahir dari intervensi kekuasaan, ini yang harus kita koreksi bersama-sama," ujar Hasto.

Hasto pun mempertanyakan identitas bangsa ini dengan adanya kasus Gibran. Apalagi, kata dia, Presiden ke-1 RI Sukarno (Bung Karno) memiliki cita-cita Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan membangun peradaban.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
1 hari lalu

Gugatan Suket Pendidikan Gibran Dicabut, Praktisi Hukum: Penggugat Yakin Kalah

1 hari lalu

Ade Darmawan Sebut Denny Indrayana Politisasi Hukum usai Cabut Gugatan di PTUN 

1 hari lalu

Pengacara Beberkan Alasan Mercy Sihombing Cabut Gugatan Ijazah Gibran di PTUN

1 hari lalu

Denny Indrayana Dorong PKS Inisiasi Pemakzulan, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal