Untuk mencegah kasus serupa, Cholil mendorong peningkatan literasi keagamaan dan pemanfaatan media digital sebagai sarana pendidikan umat. Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada klaim keagamaan yang tidak memiliki dasar yang jelas.
Selain itu, dia menyarankan masyarakat memperdalam ilmu agama melalui pesantren atau lembaga pendidikan Islam yang memiliki sanad keilmuan dan kurikulum yang jelas.
Bagi masyarakat yang telanjur menjadi bagian dari kelompok yang diduga menyimpang atau mengalami kerugian, Cholil mengimbau agar segera mencari pendampingan dari ulama yang kompeten, organisasi keagamaan, maupun pihak berwajib.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah bertambahnya korban, baik secara materi maupun psikologis, akibat dugaan penyalahgunaan kepercayaan berkedok agama.