Hukuman Idrus Diperberat Jadi 5 Tahun, KPK Apresiasi Peradilan Cepat PT DKI

Ilma De Sabrini
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang memperberat hukuman terdakwa kasus suap PLTU Riau-1, Idrus Marham menjadi lima tahun penjara. Pada tingkat pertama, Pengadilan Tipikor Jakarta, Idrus divonis tiga tahun penjara.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, pihaknya sudah menerima putusan lengkap dari PT DKI Jakarta. "Kami menghargai pengadilan yang telah menerima Banding yang diajukan KPK dan menegaskan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2019).

KPK, menurut Febri, memuji peradilan cepat yang dilakukan PT DKI. Keputusan tersebut dinilai sangat membantu KPK dalam mengembangkan perkara tersebut.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat, substansi putusan PR DKI sesuai dengan tuntutan KPK kepada Idrus yakni lima tahun penjara.

"Secara substansi, putusan ini sesuai dengan tuntutan KPK yang menggunakan Pasal 12 a Undang-Undang Tipikor. Jadi bukan Pasal 11 sebagaimana yang dinyatakan terbukti di tingkat pertama," tutur Febri.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
8 jam lalu

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Desak Dewas Periksa Pimpinan KPK

Nasional
10 jam lalu

Komisi III DPR Wanti-Wanti KPK soal Yaqut Jadi Tahanan Rumah: Jangan Sampai Kabur!

Nasional
13 jam lalu

Bukan Sakit, Ternyata Ini Alasan KPK Ubah Status Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Nasional
13 jam lalu

Mantan Menag Yaqut Tiba-Tiba Jadi Tahanan Rumah, Eks Penyidik KPK: Sangat Janggal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal