Salah satu poin penting dalam usulan IDI adalah mekanisme penghitungan pendapatan. Standar tersebut didasarkan pada ketersediaan waktu kerja dokter, bukan jumlah pasien yang dilayani.
Artinya, pendapatan minimum yang diusulkan tidak bergantung pada apakah seorang dokter menangani banyak atau sedikit pasien dalam jam kerjanya.
Pendekatan ini dinilai dapat memberikan kepastian pendapatan bagi dokter sekaligus membantu fasilitas kesehatan menjaga keberlangsungan pelayanan medis.
Usulan tersebut juga berkaitan dengan persoalan pemerataan dokter. IDI menilai kesejahteraan dan kepastian pendapatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ketersediaan tenaga medis, terutama di wilayah yang selama ini masih kekurangan dokter.
Tak hanya menetapkan standar pendapatan minimum, PB IDI juga mengusulkan adanya tambahan pendapatan bagi dokter yang bertugas di wilayah dengan kondisi khusus.