"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong inflasi bulanan terbesar dengan inflasi 0,51 persen dan andil 0,15 persen, di mana komoditas dominan didorong oleh cabai merah berandil 0,13 persen, cabai rawit 0,05 persen, tomat 0,04 persen, serta sawi hijau, labu siam, dan sawi putih masing-masing 0,01 persen," tuturnya.
Di luar kelompok bahan pangan, mobilitas transportasi turut memberikan tekanan inflasi tipis akibat penyesuaian biaya perjalanan antarwilayah.
Di sisi lain, pelemahan harga komoditas logam mulia justru menahan laju inflasi umum melalui penurunan indeks pada kelompok perawatan pribadi.
"Di luar makanan, komoditas yang memberi andil inflasi dominan adalah tarif angkutan udara sebesar 0,01 persen, sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami deflasi 0,06 persen dengan andil deflasi 0,01 persen akibat penurunan harga emas perhiasan," katanya.