Sosok Luhut sebagai perwira muda yang sangat menonjol mengundang perhatian Asisten Intelijen Pertahanan Keamanan/ABRI Benny Moerdani. Kerap dia dipanggil dan diajak berbincang oleh Benny di kantornya, Jalan Saharjo, Jakarta.
“Saya mulai kenal beliau (Benny Moerdani) sejak berpangkat mayor, sebelum saya bersama Kapten Inf Prabowo Subianto dikirim untuk belajar mengenai pasukan anti-teror di GSG-9 di Jerman Barat,” kata Luhut dalam akun media sosial Facebook miliknya, dikutip Selasa (5/12/2023). Luhut mengenang Benny dalam unggahan berjudul ‘Tiba-tiba Saya Teringat Pak Benny’.
"Meski waktu itu Pak Benny berpangkat Letjen dan menjabat Asintel Hankam/ABRI, dari waktu ke waktu ia selalu minta saya berikan laporan kemajuan sekolah kami. Ia tidak malu menelepon saya dan mengajukan pertanyaan yang mendetail,” ucapnya.
Luhut menuturkan, sepulang dari pendidikan GSG-9 itu dia didapuk untuk mendirikan sekaligus memimpin pasukan antiteror pertama di Indonesia, Datasemen 81 Kopassus. Interaksi dengan Benny semakin intensif.
Benny, jenderal yang dikenal sebagai ahli telik sandi, itu menanyakan rupa-rupa ke Luhut, mulai pelatihan pasukan Den-81 maupun lainnya. Pada satu sisi seringnya dipanggil dan diajak komunikasi oleh atasan, apalagi jenderal paling disegani di ABRI, tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun buat Luhut, kedekatan dengan Benny lama-lama membuatnya risih.