Jenazah Serma Rama Wahyudi Diterbangkan dari Kongo 1 Juli

Rizki Maulana
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang (kanan) dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi di Mabes TNI, Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto: iNews.id/Rizki Maulana).

Serma Rama Wahyudi dan Pratu Syafii Makbul diberondong milisi bersenjata saat mengawal pekerja pembangunan jembatan di Hululu. Mereka disergap saat hendak kembali ke base camp operation di Mavivi, Senin (22/6/2020).

Rama sebagai komandan tim semula bertugas menggeser pasukan dan dukungan logistik ke Jembatan Halulu. Mereka berangkat pukul 08.00 waktu setempat.

Perjalanan dari markas prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco di Mavivi memakan waktu sekitar tiga jam. Perjalanan berangkat itu tanpa terkendali.

"Anggota TNI yang mendukung tugas tersebut berjumlah 12 orang. Kemudian dari Malawi ada dua personel," ucap Victor.

Penyerangan terjadi ketika Satgas Kizi dalam perjalanan menuju markas di Mavivi pada sore harinya. Pukul 16.00, sekitar 20 kilometer dari kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo, mereka diserang milisi bersenjata Uganda yang berhasil merangsek masuk ke sekitar wilayah Kongo.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
20 jam lalu

Istana: Indonesia akan Kirim 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza

Nasional
23 jam lalu

TNI bakal Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Berapa Jumlahnya?

Nasional
2 hari lalu

Sambut HUT ke-65, Kostrad Gelar Donor Darah sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Nasional
2 hari lalu

TNI AD Siapkan Prajurit untuk Pasukan Perdamaian di Gaza, Fokus Kesehatan dan Zeni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal