Jenazah Serma Rama Wahyudi Diterbangkan dari Kongo 1 Juli

Rizki Maulana
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Mayjen TNI Victor Hasudungan Simatupang (kanan) dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi di Mabes TNI, Jakarta, Jumat (26/6/2020). (Foto: iNews.id/Rizki Maulana).

Dalam serangan itu, Rama terkena tembak di dada dan perut. Para prajurit yang diberondong tembakan segera keluar dari truk dan berlindung di roda kendaraan.

Victor menuturkan, para prajurit kemudian merayap ke belakang menuju APC pengawal bersama-sama dengan dua personel tentara dari Malawi.

"Tentara Malawi bisa menggunakan bahasa lokal sana dan membuka APC. Kalau mereka menggunakan bahasa Inggris kemungkinan tidak dibuka," katanya.

Ketika APC berhasil dibuka, seluruh pasukan masuk ke dalamnya. Setelah itu pasukan menghitung jumlah mereka dan dari situ diketahui Sersan Mayor Rama Wahyudi tertinggal.

Prajurit TNI lantas meminta agar Dantim dijemput. Saat itu Rama tidak bisa melarikan diri karena sudah terkena luka tembak. Berdasarkan keterangan di lapangan, Rama sudah tak sadarkan diri.

“Milisi Uganda tersebut juga turut merampok seluruh perlengkapan perorangan yang dikenakan Serma Rama Wahyudi, mulai dari jaket, helm, hingga senjata,” ujarnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
6 hari lalu

Kisah Jenderal TNI Ditolak Jadi KSAD, Diboikot Perwira hingga Dilantik dengan Musik Damkar

7 hari lalu

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Jenderal TNI Dilantik Jadi Kepala BNPB

13 hari lalu

KSAD Pastikan TNI AD Tak Lindungi Perwira Terlibat Markas Judol: Sangat Memalukan!

13 hari lalu

KSAD Jenderal Maruli Targetkan 5.000 Jembatan Rampung Tahun Ini, 2.828 Sudah Dibangun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal