Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Purnawirawan Jenderal TNI Mulyono. (Foto: Istimewa).
Kurnia Illahi

JAKARTA, iNews.id - Sosok Jenderal Purnawirawan TNI Mulyono kembali menjadi perbincangan di media sosial. Sosoknya yang dikenal rendah hati dan dekat dengan anak buah dinilai selalu dikenang.

Beberapa momen Mulyono semasa aktif di TNI diunggah kembali di media sosial. Momen tersebut ketika dia menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). 

Mulyono sering membaur dengan anak buahnya meski perbedaan pangkat terpaut jauh. Sebagai KSAD kebiasaan itu dilakukan sekaligus untuk menyemangati anak buahnya.

Sosoknya dinilai pantas menjadi panutan para prajurit TNI. "Mantab jenderal. Memang tidak semua tentara harus congak. Belajar rendah hati dari eks KSAD Jenderal Mulyono," cuit akun @Wita_lukita dikutip, Rabu (8/12/2021).

Sikap bijaksana dan rendah hati Mulyono membuat namanya selalu dikenang meski telah pensiun dan tidak lagi memiliki jabatan di TNI. 

"Salut sama Jenderal Mulyono...saya saksi hidup yang saksikan sendiri bahwa beliau sangat bijaksana dan rendah hati," cuit @RullyTawang.

Bahkan, ada salah satu momen menunjukkan dia meminta anak buahnya agar tidak sungkan dengannya. Saat itu Mulyono tengah menyemangati anak buahnya. 

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Purnawirawan Jenderal TNI Mulyono. (Foto: Istimewa).

Dia berdiri di depan para prajurit. Beberapa prajurit lainnya berada di samping dan belakang posisi dia berdiri. Pada ksempatan tersebut, dia meminta prajurit yang berada disampingnya agar jangan sungkan untuk merangkul pundaknya.

"KSAD juga manusia, KSAD tidak makan besi, KSAD juga makan nasi. Saya tidak ingin prajurit saya ketemu dengan KSAD takut. Rangkul saja tidak papa. Minta duit tidak papa, tak kasih kalau saya punya," ujar Mulyono sambil tertawa dalam rekaman video tersebut.

Dalam tayangan itu terlihat Mulyono mengangkat lengan prajurit yang berada di sebelahnya dan meletakkan di atas bahunya sambil mengepalkan tangan." Angkatan Darat tidak bisa dipimpin dengan ketakutan tapi semangat bersama, kekuatan bersama mulai prada sampai jenderal, sampai kepala staf, jelas prjurit," ucapnya.

Mulyono juga dikenal sebagai jenderal yang humoris. Dia sering melontarkan guyon ketika memberikan pengarahan dan menyemangati anak buahnya. Caranya ini terbukti mencairkan suasana tegang ketika bersama anak buah.

"Kamu itu kalau semangat seperti mau gajian. Besok gajian, kamu kalau gajian senang toh. Tentara itu jangan cemberut ah," ucapnya.

Selain sikapnya yang tegas dan humoris, kata-katanya juga sering membuat hati prajurit terenyuh. Meski saat itu menyandang bintang empat di pundaknya tidak membuat Mulyono congkak. Jabatannya sebagai KSAD, kata dia tidak ada artinya tanpa kehadiran prajurit.

"Saya tidak berarti apa-apa tanpa kalian semua," ucapnya di hadapan para prajurit.

Jiwanya yang rendah hati juga terlihat ketika dia berbicara di hadapan anak buah. Dia melontarkan pernyataan yang sangat berkesan bagi prajurit.

"Saya ini cuma pelayan kalian. Kalian butuh apa saya kasih. Jadi jangan anggap saya lebih tinggi dari kalian semua. TNI AD besar bukan karena saya, tapi karena kalian semua," ucapnya.

Kecintaannya sebagai prajurit Sapta Marga terlihat ketika masa baktinya berakhir. Dalam acara serah terima jabatan (sertijab) KSAD kepada Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabesad (29/11/2018) diliputi suasana haru.

Dia tidak dapat menahan kesedihan saat menyampaikan sambutan perpisahan. Bahkan, dia sempat menangis tersedu-sedu hingga sambutannya sempat tertehenti sejenak. "Saya bangga dan cinta dengan TNI Angkatan Darat," ucapnya.

Mulyono merupakan lulusan Akademi Militer 1983 dengan pangkat Letanan Dua langsung ditugaskan sebagai Komandan Pleton (Danton) di Yonif 712 Kodam VII/ Wirabuana.

Dia sempat melanjutkan pendidikan lanjutan perwira (diklapa) II. Kariernya terus melesat, menjadi Komandan Korem 032/WBR di wilayah Kodam I/Bukit Barisan dan kembali ke Bandung sebagai Komandan Secapa AD.

Kariernya terus berlanjut ketika menyandang pangkat Brigjen TNI Pada 10 Mei 2011 dan mejabat Direktu Latihan di Kodiklat TNI AD, kemudian ke Jakarta menjadi Asisten Operasi KSAD pada 2013.

Selanjutnya dia dipercaya menjadi Pangdam Jaya, hingga Pangkostrad. Kariernya terus naik (15/7/2015 ditunjuk menjadi KSAD menggantikan Jenderal Moeldoko yang ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Panglima TNI. Kariernya di TNI berakhir 22 November 2018.


Editor : Kurnia Illahi

BERITA TERKAIT