Jokowi Diserang soal Revisi UU KPK, PDIP Pasang Badan

Abdul Rochim
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

“Partai pun sangat terbuka terhadap persoalan korupsi itu. Masak KPK sebagai yang terdepan (dalam pemberantasan korupsi) namun sepertinya anti kepada kritik, anti terhadap masukan-masukan yang disampaikan,” tuturnya.

Hasto mencontohkan, dulu dia pernah mengajukan dugaan pelanggaran etik mantan pimpinan KPK, Abraham Samad, namun hingga saat ini juga tidak diproses. Padahal fakta-fakta hukumnya ketika itu sangat jelas.

“Jadi saya justru mengapa hari ini saya juga memutuskan untuk bersedia ditanya masalah ini, karena sudah ada pihak-pihak tertentu yang menyerang Presiden Jokowi. Bahkan kabarnya nanti ada sebuah majalah yang menurut saya juga kurang etislah, menampilkan Pak Jokowi dengan karikatur Pinokio,” ujarnya.

Hasto mengatakan, ada banyak alasan UU KPK perlu direvisi. Pertama, setelah berjalan 17 tahun upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pencegahan dan penindakan, dan juga melalui kerja sama antarlembaga penegak hukum itu merupakan tugas yang tidak pernah berhenti karena korupsi adalah extraordinary crime.

Kedua, masyarakat sebaiknya melihat secara jernih terhadap pro dan kontra antara yang setuju perubahan undang-undang KPK dengan yang tidak setuju. Menurut dia, itu bagian dari demokrasi. “Tetapi sebaiknya mereka yang tidak setuju dengan perubahan undang-undang korupsi menyampaikan dalil-dalilnya terhadap pentingnya perubahan itu,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
15 jam lalu

Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Desak Dewas Periksa Pimpinan KPK

Nasional
17 jam lalu

Komisi III DPR Wanti-Wanti KPK soal Yaqut Jadi Tahanan Rumah: Jangan Sampai Kabur!

Nasional
20 jam lalu

Bukan Sakit, Ternyata Ini Alasan KPK Ubah Status Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Nasional
20 jam lalu

Mantan Menag Yaqut Tiba-Tiba Jadi Tahanan Rumah, Eks Penyidik KPK: Sangat Janggal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal