JAKARTA, iNews.id - Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan penurunan. Hingga Senin (24/8/2026) hari ini, tercatat ada 28 hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah.
Diketahui, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (22/8/2026) lalu, jumlah hotspot di Kalbar mencapai 198.
"Kalbar sendiri ya, Kalbar 28 hotspot. Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan 1 ada di Kubu Raya,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Senin (24/8/2026).
Meskipun hotspot menurun, dia mengingatkan kondisi tersebut tidak berarti membuat persoalan asap telah selesai. Saat meninjau lokasi, tidak terlihat ada api di permukaan meski asap masih terlihat.
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang membuat pembakaran tidak sempurna.