Penataan kawasan juga akan memperhatikan area pedestrian, ruang terbuka hijau, serta fasilitas komunal untuk menunjang mobilitas dan aktivitas penghuni.
“Sebagai pengembang, kami tidak hanya melihat proyek ini dari sisi penyediaan unit hunian, tetapi juga bagaimana kawasan ini dapat dirancang untuk mendukung aktivitas masyarakat di dalamnya. Karena itu, aspek konektivitas, fungsi ruang, fasilitas pendukung, hingga hubungan kawasan dengan lingkungan sekitarnya menjadi bagian dari perencanaan kami,” ucapnya.
Kawasan hunian tersebut juga berada dekat dengan sejumlah fasilitas publik dan pusat aktivitas perkotaan. Berdasarkan pemetaan kawasan, fasilitas pendidikan, kesehatan, perdagangan, hingga transportasi publik tersedia dalam radius sekitar tiga kilometer dari lokasi.
Dia menyebut, tahap awal pengembangan di Blok G ditargetkan dimulai pada Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan Blok F pada Oktober 2026.
“Kami berharap pengembangan hunian berbasis TOD ini dapat menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang terhubung dengan berbagai pusat aktivitas dan simpul transportasi. Kami juga terus memastikan kesiapan proyek agar dapat berjalan sesuai rencana,” tuturnya.