Riau menjadi salah satu wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar. Sepanjang 1 Januari hingga 4 September 2026, luas lahan terbakar di provinsi tersebut mencapai sekitar 18.882,16 hektare yang tersebar di 10 kabupaten dan dua kota.
“Penanganan dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). BNPB saat ini memberikan dukungan berupa satu helikopter patroli udara, satu pesawat patroli udara dan OMC serta lima helikopter water bombing,” ungkapnya.
Di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasarkan pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare.
Pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP dan NOAA20 mendeteksi 92 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, 1.424 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 40 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat. Jarak pandang tercatat kurang dari atau sama dengan tujuh kilometer.