Sementara itu, LMK RW 013 Endang Wijaya Diharja menegaskan bahwa agenda hari ini seharusnya menindaklanjuti aspirasi warga kemarin soal pembukaan akses jalan utama.
"Padahal kesepakatan kemarin, pertemuan kemarin itu membahas tentang akses. Akses mana yang kita buka, akses mana yang kita tutup, dan buka mana yang kita buat lewati ambulans, pemadam kebakaran, orang sakit, dan lain-lain tetapi hal itu tidak disampaikan, dan menurut saya pertemuan tadi pagi itu mentah, dan omon-omon aja, tidak ada hasilnya," ucap dia.
"Kita di sini ada pelaku usaha, kita ada dampak ekonomi, ada dampak sosial, itu zalim tidak dipikirkan CMNP. Tidak ada solusinya," ucap Endang.
Dia mendesak CMNP agar secepat mungkin menemui warga dan memberikan solusi terbaik. Sebab, jika aspirasi ini terus diabaikan, maka warga akan menggelar aksi.
"Ya kalau aspirasi tidak ditindaklanjuti, warga akan turun aksi, kita geruduk. Kita akan demo ke kantor CMNP, dan kita ke Istana Presiden, dan bahkan ke Balai Kota," pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Cakas selaku tim pembebasan Tanah atau land acquisition Proyek Harbour II dari CMNP menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirim perwakilan untuk menemui warga hari ini. Dia menegaskan bahwa CMNP akan terus berkomunikasi dengan tim untuk memantau perkembangan di lapangan.
"Untuk survei CMNP sudah diwakili oleh Konsultan MK dan Tim Satgas Kolong Tol yang ikut juga dalam dialog kemarin. Saya sendiri ada tugas yang harus saya selesaikan koordinasi dengan BPN," ucap Cakas saat dihubungi wartawan.