Menurut data Forbes, kekayaan Robert Budi Hartono pengusaha di sektor rokok, turun menjadi 12,4 miliar dolar AS (setara Rp223 triliun) pada Senin, dari 15,5 miliar dolar AS (setara Rp279 triliun) sebelum aksi jual. Dengan demikian, kekayaannya berkurang sekitar 3,1 miliar dolar AS (setara Rp55 triliun).
Sementara itu, Prajogo Pangestu, konglomerat yang memiliki bisnis di sektor kehutanan, energi, dan petrokimia, kehilangan sekitar 2,2 miliar dolar AS (Rp39 triliun). Adapun, Low Tuck Kwong, miliarder kelahiran Singapura yang dikenal sebagai raja batu bara Indonesia, kehilangan sekitar 600 juta dolar AS (Rp10 triliun).
Ketiganya telah mengalami penurunan kekayaan sepanjang tahun ini. Pada akhir 2025, Forbes memperkirakan kekayaan Robert mencapai sekitar 21,4 miliar dolar AS, Prajogo sebesar 39,5 miliar dolar AS, dan Low mencapai 22,3 miliar dolar AS.
Penurunan tersebut terjadi ketika pasar saham Indonesia mengalami tekanan tajam. Saham-saham Indonesia mencatat kinerja terburuk dibandingkan pasar saham negara lain dalam periode yang disebutkan sumber.
Low dan putrinya juga baru-baru ini menjual 30,25 persen saham di perusahaan batu bara PT Bayan Resources Tbk kepada perusahaan milik konglomerat lokal, Andi Syamsuddin Arsyad atau akrab disapa Haji Isam.