Karhutla menghasilkan polutan, termasuk partikulat halus PM2,5, yang dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Kemenkes mencatat provinsi-provinsi di Pulau Jawa menjadi wilayah dengan laporan kasus ISPA tertinggi. Tingginya kasus tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh kasus disebabkan oleh kemarau panjang atau paparan asap karhutla.
"Daerah yang paling banyak melaporkan kasus ISPA adalah provinsi di Pulau Jawa. Namun, perlu hati-hati karena tidak semua kasus ISPA bisa langsung dikaitkan dengan kemarau panjang. Jadi kami terus pantau tren dan distribusinya," kata Aji.
Selain jumlah kasus, Kemenkes mencatat 676.404 kunjungan pasien ISPA ke rumah sakit selama Januari hingga Juli 2026. Meski demikian, tren rata-rata kunjungan bulanan dalam tiga minggu terakhir tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,6 persen.
Kemenkes juga mengantisipasi dampak cuaca panas dan udara kering terhadap kesehatan masyarakat. Selain ISPA, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko heat stroke dan memperburuk penyakit kronis.