Arah revisi tersebut akan memperkuat skrining di layanan primer, pengobatan hipertensi dan diabetes, serta edukasi terstruktur kepada pasien. Pengambilan keputusan bersama atau 'shared decision-making' juga akan diperkuat agar pasien memahami pilihan terapi yang tersedia.
Selain hemodialisis, pilihan terapi yang akan diperkuat dalam pendekatan tersebut mencakup continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), transplantasi, maupun terapi konservatif.
Persiapan akses vaskular juga menjadi bagian yang diperhatikan. Persiapan yang dilakukan lebih dini diarahkan untuk mengurangi kebutuhan pemasangan kateter ketika pasien harus menjalani hemodialisis dalam kondisi darurat.
Obrin mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit ginjal kronis. Pasien perlu memahami prognosis penyakit, pilihan terapi, serta konsekuensi dari setiap pilihan sebelum berada dalam kondisi emergensi.
"Pasien harus memahami prognosis penyakitnya, pilihan terapinya, dan konsekuensi dari setiap pilihan. Keputusan tidak seharusnya baru dibuat ketika pasien sudah berada dalam kondisi emergensi," tambahnya.