Kemenkes Revisi Pedoman Penyakit Ginjal Kronis, Skrining dan Edukasi Bakal Diperkuat

Muhammad Sukardi
Ilustrasi penyakit ginjal kronis. (Foto: Pexels)

Arah revisi tersebut akan memperkuat skrining di layanan primer, pengobatan hipertensi dan diabetes, serta edukasi terstruktur kepada pasien. Pengambilan keputusan bersama atau 'shared decision-making' juga akan diperkuat agar pasien memahami pilihan terapi yang tersedia.

Selain hemodialisis, pilihan terapi yang akan diperkuat dalam pendekatan tersebut mencakup continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), transplantasi, maupun terapi konservatif.

Persiapan akses vaskular juga menjadi bagian yang diperhatikan. Persiapan yang dilakukan lebih dini diarahkan untuk mengurangi kebutuhan pemasangan kateter ketika pasien harus menjalani hemodialisis dalam kondisi darurat.

Pasien Perlu Memahami Pilihan Terapi

Obrin mengatakan edukasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit ginjal kronis. Pasien perlu memahami prognosis penyakit, pilihan terapi, serta konsekuensi dari setiap pilihan sebelum berada dalam kondisi emergensi.

"Pasien harus memahami prognosis penyakitnya, pilihan terapinya, dan konsekuensi dari setiap pilihan. Keputusan tidak seharusnya baru dibuat ketika pasien sudah berada dalam kondisi emergensi," tambahnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 hari lalu

Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Indonesia Alami Gigi Berlubang, Bisa Berdampak ke Jantung

1 hari lalu

Kasus Influenza A Dikabarkan Meningkat di Indonesia, Kemenkes Ungkap Faktanya!

1 hari lalu

Kemenkes Targetkan Zero Dengue Deaths 2030, Ini Strategi Pengendalian Infeksi

8 jam lalu

Kasus Influenza A Mulai Meningkat, Lebih Bahaya dari Covid-19?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal