Kepala BGN Akui Beban Emosional Terberat 100 Hari Kerja Lihat Anak Keracunan MBG: Hancur Hatiku

Rohman Wibowo
Kepala BGN Sudaryono mengaku hancur hati melihat anak-anak menjadi korban keracunan MBG dan menegaskan pentingnya standar keamanan pangan. (Foto: Rohman Wibowo)

"Skor kita saat ini masih di kisaran 3,6 dan itu relatif tinggi, sehingga kami menargetkan bisa mencapai level nol seperti di Amerika tanpa ada satu anak pun yang sakit," kata Sudaryono.

Menurutnya, pengendalian waktu dan suhu pengolahan menjadi faktor penting untuk mencegah makanan terkontaminasi bakteri. Makanan yang berada terlalu lama pada suhu yang tidak aman berisiko mengalami kerusakan dan membahayakan kesehatan penerima manfaat.

Sudaryono mencontohkan kasus di Karo, ketika ikan mentah dilaporkan dibiarkan pada suhu ruangan selama lebih dari 12 jam karena kapasitas lemari pembeku tidak mencukupi.

"Makanan itu intinya hanya urusan waktu dan suhu, jika dibiarkan terlalu lama di rentang lima sampai enam puluh derajat pasti basi dan meracuni orang," ucapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, BGN juga mengambil tindakan terhadap dapur penyedia MBG yang tidak memenuhi standar kebersihan dan sanitasi. Sudaryono menyebut lebih dari 2.000 dapur telah ditutup permanen karena melanggar ketentuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
12 jam lalu

100 Hari Pimpin BGN, Sudaryono Tutup Permanen 2.000 Dapur MBG Tak Penuhi Syarat

15 jam lalu

Klaim Kepala BGN, Selamatkan APBN Rp44 Triliun dari Pemborosan MBG dalam 100 Hari Kerja

3 hari lalu

Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tak Cair, BGN Beberkan 3 Penyebabnya

7 hari lalu

BGN Libatkan Posyandu Awasi Proses Memasak hingga Distribusi MBG

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal