Ketua DPR: Kunci Menghemat Anggaran Pemilu Adalah Digitalisasi

Djibril Muhammad
Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menjadi keynote speech dalam seminar 'Upaya Mereduksi Political Cost dalam Pemilu dan Pilkada di Indonesia', di Jakarta, Minggu (25/11/18). (Foto: Ist)

"KPU Pusat juga sudah melakukan hal serupa. Untuk pengadaan kotak suara disediakan Rp948 miliar, setelah lelang di e-katalog kontrak realisasi anggaran hanya Rp284.185.351.099 atau 29,97 persen dari total pagu. Sedangkan untuk bilik suara, pagunya Rp196.011.304.500, setelah dilakukan lelang kontrak yang ditandatangani hanya Rp59.811.190.620 atau 30,51 persen dari total pagu," terang Bamsoet.

Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini juga menyambut baik ide tentang kodifikasi UU Pemilu yang salah satu tujuannya adalah penyederhanaan anggaran. Yakni pelaksanaan pemilihan nasional dan lokal (Pilkada) sebaiknya memang disatukan dalam satu undang-undang Pemilu.

"DPR RI mendorong Kemendagri untuk terus mengkaji kemungkinan kodifikasi UU Pemilu tersebut. Agar pada 2024, pemilihan 415 bupati/wali kota dan 34 gubernur akan dilakukan serentak. Dengan demikian pada tahun itu dan seterusnya warga hanya akan dua kali mengikuti pemilu, yaitu Pilkada dan Pemilu (Pileg dan Pilpres)," pungkas Bamsoet.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPR bakal Kaji Usulan Pilkada dengan e-Voting

57 tahun lalu

Partai Buruh Tegas Tolak Pilkada lewat DPRD, Dinilai hanya Untungkan Bandar Politik

57 tahun lalu

PDIP Usul Pilkada Langsung dengan e-Voting, PKB: Belum Siap Diterapkan

57 tahun lalu

DPR Ungkap Money Politics di Pilkades juga Parah, Kandidat Rogoh Kocek Rp16 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal