Kisah Dosen UNS Jalani Puasa di Jepang: Rindu Suara Adzan

Puti Aini Yasmin
Dosen UNS Jalani Puasa di Jepang (Dok. UNS)

Tak hanya soal Adzan, Mercy menyebut bahwa ritme kerja di Jepang juga tidak ada bedanya antara Ramadan dan bulan-bulan lainnya. Semua orang beraktivitas seperti biasa dan disiplin, sehingga tidak ada istilah masuk lebih siang atau pulang lebih awal saat bulan Ramadan.

Termasuk orang non-muslim lainnya yang juga makan dan minum di sekitarnya yang sedang berpuasa dan tidak menjadi persoalan. Sehingga, ia dan kawan muslim lainnya yang harus beradaptasi dan mengatur energi agar bisa produktif meskipun dalam menjalankan ibadah puasa.

Tak cuma itu, ia merasa bersyukur bahwa orang Jepang saat ini telah mengenal istilah Ramadan. Bahkan, mereka  menghormati setiap orang yang menjalankan ibadah puasa.

“Jadi meskipun mereka masih normal aktivitasnya, saat kami menjelaskan bahwa kami sedang berpuasa, ketika ada acara dengan makan-makan, mereka akan menempatkan acara itu setelah kami berbuka puasa. Jadi biasanya modelnya makan malam. Kalau sebelumnya ketika kami tidak menginformasikan, biasanya ada party ataupun kumpul-kumpul di siang hari. Jadi Alhamdulillah mereka bisa menghormati yang sedang kami jalankan dalam bulan ramadan ini,” tutur Mercy.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Makro
26 hari lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

Nasional
27 hari lalu

Menlu 8 Negara Kecam Keras Israel: Halangi Ibadah di Masjid Al Aqsa hingga Gereja Suci Yerusalem

Seleb
1 bulan lalu

Mengharukan! Harry Kiss Ungkap Vidi Aldiano Lahir dan Meninggal Dunia di Bulan Ramadhan

Nasional
1 bulan lalu

Airlangga Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Didorong Geliat Ramadan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal