"Kita harus menciptakan suasana yang hidup. (Ajarkan mereka) untuk mencintai kehidupan dan pergi ke surga tidak berarti harus bunuh diri," katanya.
Hanya dalam waktu dua bulan, program ini tampaknya bekerja untuk Ayu, anak dari bomber Mapolrestabes Surabaya.
"Ketika dia ditanya, pertama kalinya ( dia datang ke sini), dia bilang dia ingin menjadi seorang martir (pelaku bom bunuh diri),” kata Sri.
”(Sekarang) dia ingin menjadi seorang guru," ujarnya.