Perbandingan yang dihasilkan dari majas jenis ini dapat memberikan kesan dan pengaruh yang berbeda terhadap pendengar dan pembacanya. Sementara itu, majas perbandingan terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, antara lain.
Majas Asosiasi (Perumpamaan)
Merupakan gaya bahasa yang membandingkan antara dua hal yang sebenarnya sangat jauh berbeda, namun sengaja dianggap sama. Biasanya majas asosiasi selalu dibubuhi dengan kata bagai, bagaikan, seumpama, bak, seperti, dan laksana.
Majas Metafora
Merupakan gaya bahasa yang mengekspresikan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Frasa yang digunakan pada majas ini bukan makna yang sebenarnya, melainkan sebagai perbandingan.
Majas Personifikasi
Merupakan gaya bahasa yang menggambarkan sebuah benda mati dengan sifat dan karakter manusia yang hidup. Misalnya saja seperti dalam kalimat ‘Daun kelapa itu melambai-lambai menanti kehadirannya’. Kata ‘melambai-lambai’ tersebut sama halnya seperti tindakan manusia.
Majas Simbolik
Merupakan gaya bahasa yang menggambarkan sesuatu dengan menggunakan binatang, benda, dan tumbuh-tumbuhan sebagai simbol atau lambang.