Masa Politik Pasca-kebenaran

Nur Wijaya Kesuma

Ketiga, perkuat literasi masyarakat. Stuart Sim dalam buku “Manifesto for Silence” (2007) mengungkapkan ada aspek pendidikan untuk dijelajahi, yakni kesadaran atas kebisingan. Oleh karena itu, kita harus berusaha lebih keras untuk membedakan fakta kebenaran dari realita yang dibuat. Jangan berharap kesempurnaan. Tidak ada politisi yang mengatakan kebenaran secara keseluruhan, tetapi beberapa politisi masih jauh lebih baik daripada yang lain.

Yang terakhir, tingkatkan interaksi sosial di era media sosial. Interaksi sosial merupakan suatu pondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai-nilai sosial di masyarakat. Kembalikan budaya timur yang kita anut sejak masa sejarah nusantara yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik, ramah dan bersahabat.

Berbeda pendapat dalam demokrasi adalah hal yang lumrah. Tapi, kita harus mampu dan belajar seperti proklamator kita. Meskipun memiliki pandangan dan pemikiran politik yang berbeda secara substansi, tapi hubungan mereka kekal hingga akhir hayatnya.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
5 hari lalu

Denny Indrayana Ungkap 2 Masalah Pemilu, Singgung Duitokrasi dan Meng-Gibran

6 hari lalu

Video Budi Arie Viral Singgung Percepatan Politik sebelum 2029, Projo: Bukan Video Utuh

6 hari lalu

Viral Budi Arie Ungkap Insting Politik Bisa Lebih Cepat dari 2029 di Samping Jokowi

17 hari lalu

Sidang Tahunan MPR, Ahmad Muzani Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Memecah Belah Kebangsaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal