“Banyak siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah justru tidak diterima, sementara yang jauh malah masuk. Ini patut dicurigai sebagai permainan data oleh oknum panitia atau pihak sekolah,” katanya.
Desakan Pembubaran Komite Sekolah
Menurut massa aksi, komite sekolah justru menjadi alat legalisasi berbagai bentuk pungutan yang tidak memiliki dasar hukum jelas.
“Komite sekolah sudah tidak relevan dan seringkali menjadi alat legalisasi pungli. Kami mendesak agar komite sekolah dibubarkan,” kata Tryas.
Sayangnya, hingga aksi berakhir, massa tidak berhasil bertemu dengan Kepala Disdik Kota Cirebon Kadini maupun perwakilannya. Ketidakhadiran ini memicu kekecewaan di kalangan demonstran.
“Kami akan kembali turun aksi dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan kami tidak ditanggapi,” ucap Tryas.
Wartawan yang mencoba mengonfirmasi kepada Kadisdik juga tidak mendapat respons. Menurut petugas keamanan, Kadini tidak berada di kantor saat aksi berlangsung.