"Kami rakyat kecil ingin keadilan. Setuju dengan Pak Ganjar. Koruptor harus dipenjara di Nusakambangan biar jauh dengan dunia luar," kata bapak 2 anak ini.
Selain itu Supri juga berharap para napi koruptor tersebut tidak mendapat sel khusus, tetapi dibaurkan dengan narapidana dari tindak kejahatan lain.
"Mungkin bisa jadi momok bagi yang berniat korupsi," imbuhnya
Hal berbeda diungkapkan Pramita Ristyawati (37), penjual sarapan di Kalurahan Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Menurutnya memenjarakan napi korupsi di Nusakambangan sama saja memperbesar peluang terjadinya penyimpangan.
"Karena makin jauh dari peradaban yang ada bukan penjara koruptor, Tapi malah resor wisata. Piknik tiap hari mereka," kata Pramita.
Menurut Pramita, pendapatnya itu berkaca pada peristiwa yang pernah terjadi di Lapas Sukamiskin Bandung dimana para napi korupsi memiliki kamar sel dengan banyak fasilitas.
"Yang di Sukamiskin aja itu kamar sempit jadi hotel, gimana yang di tengah laut?," tambahnya.
Pramita berharap jika Ganjar kelak terpilih menjadi presiden, suami Siti Atikoh tersebut bakal memejarakan koruptor bersama narapidana lainnya.
"Harusnya koruptor itu penjaranya bareng sama maling ayam," tandasnya.
Sebelumnya, Ganjar menungkapkan keinginannya untuk memenjarakan para koruptor di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pria yang berpasangan dengan calon wakil presiden Mahfud MD itu menilai, hal tersebut akan memberikan efek jera bagi para koruptor sekaligus memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Saya kira itu yang bisa kita dorong agar orang bisa tobat untuk tidak melakukannya. Rakyat marah betul dan pasti situasi ini makin memburuk karena korupsi,” kata Ganjar dalam agenda kuliah kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Jumat (8/12/2023).