Kasus Harian ISPA Turun
Budi mengungkapkan, berdasarkan pemantauan Kemenkes, jumlah kasus harian ISPA di daerah terdampak kabut asap menunjukkan penurunan. Pada awal periode pemantauan, kasus harian tercatat sekitar 12.000 hingga 13.000 kasus, sedangkan data terbaru yang dia pantau menunjukkan sekitar 3.500 kasus per hari.
"Yang saya monitor data hariannya karena kumulatifnya juga kemarin 320.000, ya, tapi hariannya itu sebelumnya di awal-awal tuh 12.000, 13.000. Kemarin saya lihat 3.500-an per hari. Nah, itu ada 10%, 15% itu anak-anak yang kita lihat," ucapnya.
Penurunan kasus harian tersebut menjadi salah satu perkembangan yang dipantau pemerintah dalam menangani dampak kesehatan akibat kabut asap. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan gejala gangguan pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak.
Puskesmas di Zona Hitam Dilengkapi Oksigen
Selain menambah pasokan obat, Kemenkes memastikan ketersediaan oksigen di seluruh puskesmas yang berada di daerah kategori hitam atau wilayah dengan tingkat dampak kabut asap tinggi.
"Oksigen kita akan penuhin seluruh puskesmas di daerah hitam. Kemudian untuk yang obat-obatan sudah kita kirim 500.000 paket, kita akan kirim lagi 500.000 paket," tutur Budi.
Pemerintah berharap penambahan obat-obatan dan pemenuhan kebutuhan oksigen dapat mendukung penanganan pasien di fasilitas kesehatan. Hujan yang turun di sejumlah wilayah juga diharapkan membantu memperbaiki kualitas udara di daerah terdampak karhutla.